KULIAH MONOZUKURI KE-9 DI EPSON

Rabu, 06 Mei 2015 - 14:57:55 WIB

Monozukuri menjadi arah pandang manusia dalam bekerja, yang tujuannya bukan hanya untuk hasil produk saja tetapi juga memiliki atau menekankan proses pembuatan dengan ketelitian, ketangguhan, kesungguhan yang terus menerus serta layanan (service) yang dapat dinikmati oleh masyarakat luas. Inilah yang membentuk suatu kultur korporasi yang baik. Monozukuri timbul dari sisi manapun baik dari pekerjanya/buruh, misalnya dalam produksi (pabrik) mobil, umumnya buruh di Jepang bekerja dengan tradisi menjaga/mempertahankan mutu untuk hasil yang terbaik (bermanfaat tinggi) bagi masyarakat luas maupun pelayanannya (untuk kebangkitan ekonomi industrinya). Monozukuri adalah membangun standar dan atau acuan yang tinggi dimana pekerja Jepang mengharapkan dirinya dapat memberikan hasil terbaik yang dapat dinikmati oleh masyarakat luas 

Dengan latar belakang di atas universitas darma persada bertekad untuk menyerap nilai-nilai kebaikan monozukuri pada kurikulumnya sebagai muatan lokal yang menjadi salah satu visi dan ciri dari UNSADA. Sebagai kelanjutan dari visi tersebut dilaksanakan berbagai seminar dan kuliah umum tentang Monozukuri. 

Pada tanggal 11 februari 2015, perkuliahan ke-9 tentang monozukuri diselenggarakan di PT EPSON yang terletak di kawasan Industri EJIP Cikarang. Dihadiri oleh Menteri Perdagangan Bapak Rachmat Gobel, rektor UNSADA Bp. Dr Oloan Siahaan serta berbagai direktur perusahaan dan pejabat dari Kementrian Perdagangan , dosen Fakultas teknik dan mahasiswa FT termasuk 20 mahasiswa Informatika. 

Dalam Pidato pembukaannya menteri perdagangan berpesan bahwa keunggulan suatu produk merupakan hasil usaha dan penelitian dan pengembangan yang terus menerus dimana ini menjadi jiwa monozukuri. 

Setelah seminar acara dilanjutkan dengan Factory Tour yaitu mengunjungi pabrik pembuatan printer merk EPSON. Mahasiswa dan dosen di suguhi dengan berbagai model printer serta cara pembuatannya dari hulu sampai hilir termasuk proses supply chain management 

Acara ditutup oleh Rektor UNSADA sebagai closing speech.